KARAKTERISTIK GELOMBANG
Coba tebak, bagaimana astronot berkomunikasi diluar Angkasa? Apakah mereka bisa berbicara layaknya orang di bumi? jika mereka berbicara seperti diBumi, tentu suara mereka tidak akan terdengar satu sama lain. kenapa hal itu bisa terjadi?? hal itu karena diluar angka merupakan ruang hampa udara. oleh karena itu, para astronot bisa berkomunikasi menggunakan gelombang radio.
PENGERTIAN GELOMBANG
1. Gelombang Transversal
Mengapa gelombang bunyi tidak bisa merambat di luar angkasa,
sementara gelombang radio bisa merambat di luar angkasa? Gelombang bunyi
termasuk dalam gelombang mekanik, yaitu gelombang yang membutuhkan medium untuk
merambat.
Sebaliknya, gelombang radio merupakan gelombang elektromagnetik
yang tidak membutuhkan medium untuk merambat. Keadaan tersebut menunjukkan
bahwa gelombang itu bermacam-macam jenis dan karakteristiknya. Ingin tahu
selengkapnya tentang macam-macam gelombang beserta karakteristiknya? Simak
ulasan berikut.
PENGERTIAN GELOMBANG
![]() |
Gelombang adalah getaran yang
merambat. Gejala gelombang bisa diamati dengan mudah, contohnya gelombang air
laut akibat hembusan angin. Selama merambat, gelombang akan memindahkan energi
tertentu dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun demikian, medium perambatan
gelombang tidak ikut pindah.
MACAM-MACAN GELOMBANG
A. BERDASARKAN MEDIUM RAMBATNYA
Berdasarkan medium rambatnya gelombnag dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan medium untuk
merambat. Artinya, jika tidak ada medium, gelombang tidak akan pernah terjadi.
Hal ini bisa kalian lihat pada kasus percakapan astronot di luar
angkasa.Gelombang yang termasuk gelombang mekanik ini adalah gelombang bunyi,
gelombang tali, dan gelombang air laut.
2. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak membutuhkan
medium untuk merambat. Artinya, gelombang ini bisa merambat dalam ruang hampa
sekalipun. Contoh gelombang elektromagnetik adalah cahaya, gelombang radio,
sinar-X, sinar gamma, inframerah, dan sinar ultraviolet.
B. BERDASARKAN ARAH GETAR DAN ARAH RAMBATNYA
Berdasarkan arah getar dan
arah rambatannya, gelombang dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.1. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak
lurus dengan arah rambatannya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang
tali, cahaya, seismik sekunder, dan sebagainya. Berikut ini merupakan contoh
gelombang transversal pada tali.
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar
dengan arah rambatannya. Ciri gelombang ini adalah memiliki rapatan dan
renggangan. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, pegas, dan
seismik primer. Berikut ini contoh gelombang longitudinal pada pegas.
C. BERDASARKAN AMPLITUDONYA
Berdasarkan amplitudonya, gelombang dibagi menjadi dua, yaitu
gelombang berjalan dan stasioner.
1. Gelombang Berjalan
Gelombang berjalan adalah
gelombang yang memiliki amplitudo tetap. Artinya, setiap titik yang dilalui
gelombang amplitudonya selalu sama besar. Contoh gelombang berjalan adalah
gelombang air
2. Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner adalah
perpaduan antara gelombang datang dan gelombang pantul yang amplitudo dan
frekuensinya sama tetapi arah rambatnya berlawanan. Titik yang bergetar dengan
amplitudo maksimum disebut perut, sedangkan titik yang bergetar dengan amplitudo
minimum disebut simpul
BESARAN-BESARAN DALAM GELOMBANG
Jika kalian membahas tentang gelombang, pasti ada
besaran-besaran utama yang harus dipahami. Adapun besaran-besaran yang dimaksud
adalah sebagai berikut.
1. Amplitudo (A)
Amplitudo adalah simpangan maksimum gelombang yang memiliki satuan
meter (m).
2. Panjang gelombang (λ)
§ Jika ditinjau dari gelombang transversal, panjang gelombang adalah
jarak antara dua puncak yang berdekatan atau jarak antara dua lembah yang
berdekatan.
§ Jika ditinjau dari gelombang longitudinal, panjang gelombang
adalah jarak antara dua rapatan atau dua regangan yang saling berdekatan.
3. Frekuensi gelombang (f)
Frekuensi adalah banyaknya gelombang yang bisa terbentuk setiap
detik. Secara matematis, frekuensi dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
f = frekuensi gelombang
(Hz);
n = jumlah gelombang yang
terbentuk; dan
t = waktu tempuh gelombang
(s).
4. Periode Gelombang (T)
Periode adalah waktu yang dibutuhkan gelombang untuk menempuh satu
panjang gelombangnya. Periode juga bisa didefinisikan sebagai waktu yang
dibutuhkan gelombang untuk melakukan satu kali putaran. Secara matematis,
periode dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
f = frekuensi gelombang
(Hz);
T = periode (s);
n = jumlah gelombang yang
terbentuk; dan
t = waktu tempuh gelombang
(s).
5. Cepat Rambat Gelombang
Cepat rambat adalah panjangnya jarak yang ditempuh oleh gelombang
tiap satuan waktu. Secara matematis, cepat rambat gelombang dirumuskan sebagai
berikut.
Keterangan:
f = frekuensi gelombang
(Hz);
T = periode (s);
v = cepat rambat gelombang
(m/s); m
λ = panjang gelombang (m).
SIFAT-SIFAT GELOMBANG
Sifat-sifat gelombang adalah
karakteristik atau ciri yang melekat pada gelombang. Kalian tidak akan
menemukan sifat tersebut pada objek selain gelombang. apa saja sih
sifat-sifat gelombang itu?
1. Pembiasan (Refraksi)
Pembiasan merupakan peristiwa pembelokan arah lintasan gelombang
karena melalui dua medium yang berbeda. Jika medium yang dilalui berbeda, maka
indeks bias medium juga berbeda. Perbedaan indeks biasa inilah yang menyebabkan
cepat rambat cahaya berbeda, sehingga seolah-olah ada pembelokan arah lintasan
cahaya. Secara matematis, pembiasan dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
n = indeks biasa;
c = cepat rambat cahaya di ruang
hampa (m/s); dan
v = cepat rambat cahaya di dalam
medium tertentu (m/s).
Gejala pembiasan ini pertama kali diteliti oleh Snellius. Dengan
demikian, hukum yang berlaku pada peristiwa pembiasan selalu mengikuti hukum
Snellius. Untuk lebih jelasnya, simak gambar berikut.
Secara matematis, Snellius bisa dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
i = sudut datang;
r = sudut bias;
n1 = indeks bias medium
pertama;
n2 = indeks bias medium
kedua;
v1 = cepat rambat cahaya di
medium pertama (m/s); dan
v2= cepat rambat cahaya di medium
kedua (m/s).
2. Difraksi (pelenturan)
Difraksi adalah pelenturan atau penyebaran gelombang saat melalui
celah sempit. Contoh difraksi pada gelombang cahaya adalah terbentuknya rumbai
(garis) gelap dan terang pada layar. Contoh difraksi pada gelombang bunyi
adalah saat kamu berada di gang sempit, kamu masih bisa mendengar suara mobil
atau kendaraan lain.
3. Refleksi (pemantulan)
Refleksi adalah perubahan arah rambat gelombang saat bertemu
dengan bidang batas dua medium. Pemantulan ini ternyata mengacu pada suatu
hukum yang disebut hukum pemantulan. Adapun pernyataan hukum pemantulan adalah
sebagai berikut.
1. Besarnya sudut datang dan sudut pantul adalah sama.
2. Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal berada pada
satu bidang datar.
4. Dispersi
Pernahkah kamu melihat pelangi? Peristiwa yang terjadi pada
pembentukan pelangi adalah dispersi. Dispersi adalah penguraian warna
polikromatik (putih) menjadi monokromatik saat seberkas cahaya dilewatkan
melalui prisma. Cahaya polikromatik yang awalnya berwarna putih akan terurai
menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Sinar yang datang dan keluar dari prisma akan membentuk suatu
sudut yang disebut sudut deviasi. Besarnya sudut deviasi antara warna merah dan
ungu dirumuskan sebagai berikut.
5. Interferensi
Interferensi adalah perpaduan antara dua gelombang cahaya.
Interferensi bisa diamati dengan jelas jika berkas kedua gelombang bersifat
koheren (amplitudo dan frekuensinya sama dengan fase tetap). Interferensi
dibagi menjadi dua, yaitu interferensi konstruktif (menguatkan) dan destruktif
(melemahkan). Ilustrasi keduanya bisa Quipperian lihat di gambar berikut.












Hadir
ReplyDeleteHadir
ReplyDeleteHadir
ReplyDelete